Pengertian dan Ciri-ciri Kearifan Lokal Menurut Para Ahli : kangbro.com

Halo, semua orang! Pada artikel ini, kita akan membahas tentang pengertian dan ciri-ciri kearifan lokal. Kearifan lokal adalah salah satu budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat di Indonesia. Berkembang seiring dengan perkembangan zaman, kearifan lokal memiliki ciri-ciri dan bentuk yang berbeda-beda di setiap daerahnya. Mari kita simak penjelasannya berikut ini.

1. Pengertian Kearifan Lokal

Kearifan lokal adalah pengetahuan atau kebijaksanaan yang berkembang dalam masyarakat suatu daerah yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kearifan lokal sering juga disebut sebagai kearifan tradisional yang bersifat turun-temurun dari nenek moyang.

Kearifan lokal dapat berbentuk ajaran, adat, tradisi, atau kegiatan yang menjadi identitas dan warisan masyarakat. Kearifan lokal juga dapat dikembangkan melalui pengalaman dan observasi terhadap lingkungan.

Di Indonesia, kearifan lokal dapat dilihat dari berbagai aspek kehidupan, seperti seni, budaya, pertanian, dan lingkungan hidup.

2. Ciri-ciri Kearifan Lokal

Ada beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh setiap kearifan lokal, yaitu:

  1. Merupakan pengetahuan atau kebijaksanaan yang berkembang dalam masyarakat suatu daerah.
  2. Bersifat turun-temurun yang diwariskan dari nenek moyang.
  3. Melibatkan keberadaan lingkungan yang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan hidup manusia.
  4. Memiliki nilai-nilai kearifan yang berguna bagi kehidupan manusia.
  5. Mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti seni, budaya, pertanian, dan lingkungan hidup.

3. Bentuk Kearifan Lokal

Setiap daerah di Indonesia memiliki bentuk kearifan lokal yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa bentuk kearifan lokal di Indonesia:

No. Bentuk Kearifan Lokal Contoh
1. Kearifan Budaya Wayang kulit di Jawa
2. Kearifan Lingkungan Kemampuan masyarakat adat dalam menjaga lingkungan alam
3. Kearifan Pertanian Sistem pengairan sawah yang dibuat oleh para petani
4. Kearifan Teknologi Teknologi pembuatan batik di Jawa

4. Contoh Kearifan Lokal

a. Kearifan Budaya

Kearifan budaya adalah suatu bentuk kearifan lokal yang mengacu pada segala bentuk budaya yang dimiliki oleh masyarakat di suatu daerah. Kearifan ini mencakup kepercayaan, adat istiadat, seni, dan bahasa, serta bentuk-bentuk ekspresi budaya lainnya. Contoh dari kearifan budaya adalah wayang kulit di Jawa.

Wayang kulit adalah sebuah bentuk seni yang unik dan khas dari daerah Jawa. Wayang kulit merupakan cerita rakyat yang biasa dipentaskan pada malam hari menggunakan boneka kulit dan diiringi oleh musik gamelan. Cerita yang disajikan dalam pertunjukan wayang kulit diambil dari babad, kitab suci, maupun cerita rakyat.

Wayang kulit merupakan salah satu bentuk kearifan budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat di Jawa. Meskipun perkembangan teknologi yang semakin pesat, namun pertunjukan wayang kulit masih tetap digemari dan dijadikan sebagai salah satu warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.

b. Kearifan Lingkungan

Kearifan lingkungan adalah suatu bentuk kearifan lokal yang mengacu pada pengetahuan dan kebijaksanaan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Masyarakat di Indonesia memiliki kearifan lingkungan yang kuat dalam menjaga alam dan memanfaatkannya secara bijaksana.

Salah satu contoh dari kearifan lingkungan adalah kemampuan masyarakat adat dalam menjaga keseimbangan alam dan memanfaatkan alam secara berkelanjutan. Masyarakat adat di Indonesia telah memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam merawat dan memanfaatkan alam secara berkelanjutan sejak ribuan tahun yang lalu.

Contoh lain dari kearifan lingkungan adalah adanya aturan adat untuk menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan hidup. Masyarakat di Indonesia memiliki tradisi yang mengatur cara membuang sampah dan memanfaatkan sumber daya alam dengan bijaksana.

c. Kearifan Pertanian

Kearifan pertanian adalah suatu bentuk kearifan lokal yang berhubungan dengan pengetahuan dan kebijaksanaan masyarakat dalam mengelola lahan pertanian. Indonesia memiliki beragam kearifan pertanian yang telah berkembang sejak ribuan tahun yang lalu.

Salah satu contoh dari kearifan pertanian adalah sistem pengairan sawah yang telah ada sejak zaman dahulu. Sistem pengairan sawah merupakan salah satu bentuk kearifan pertanian yang dibuat oleh para petani di Indonesia demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Contoh lain dari kearifan pertanian adalah pengetahuan masyarakat di daerah pedesaan tentang jenis-jenis tanaman dan cara mengelola lahan pertanian secara organik. Masyarakat di Indonesia telah memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam mengelola lahan pertanian dengan cara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

d. Kearifan Teknologi

Kearifan teknologi adalah suatu bentuk kearifan lokal dalam bidang teknologi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kearifan teknologi mencakup pengetahuan dan kebijaksanaan dalam memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan manusia.

Contoh dari kearifan teknologi adalah teknologi pembuatan batik di Jawa. Batik adalah salah satu bentuk seni rupa tradisional Indonesia yang dibuat dengan cara menuliskan atau menorehkan malam pada kain. Teknik membuat batik telah ada sejak zaman dahulu dan dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan alami. Pembuatan batik merupakan suatu bentuk kearifan teknologi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

5. FAQ

a. Apa itu kearifan lokal?

Kearifan lokal adalah pengetahuan atau kebijaksanaan yang berkembang dalam masyarakat suatu daerah yang diwariskan dari generasi ke generasi.

b. Apa saja ciri-ciri kearifan lokal?

Ada beberapa ciri-ciri kearifan lokal, yaitu turun-temurun, melibatkan keberadaan lingkungan, memiliki nilai-nilai kearifan, dan mencakup berbagai aspek kehidupan.

c. Apa saja bentuk kearifan lokal di Indonesia?

Bentuk kearifan lokal di Indonesia meliputi kearifan budaya, lingkungan, pertanian, dan teknologi.

d. Apa contoh dari kearifan lokal?

Contoh dari kearifan lokal adalah wayang kulit di Jawa, kemampuan masyarakat adat dalam menjaga lingkungan alam, sistem pengairan sawah yang dibuat oleh para petani, dan teknologi pembuatan batik di Jawa.

e. Mengapa kearifan lokal perlu dilestarikan?

Kearifan lokal perlu dilestarikan agar keberagaman budaya dan pengetahuan di Indonesia tetap terjaga dan menjadi identitas bangsa Indonesia. Selain itu, kearifan lokal juga memiliki nilai-nilai yang berguna bagi kehidupan manusia.

Sumber :